GBP/JPY Menemukan Pullback yang Kurang Percaya Diri di Bawah 150,00, Pidato BpJ Kuroda Dipantau
-
GBP/JPY diperkirakan akan mengakhiri pullback-nya yang kurang percaya diri menjelang pidato BoJ Kuroda.
-
BoJ Kuroda mungkin akan membahas jalur intervensi lebih lanjut di pasar mata uang.
-
PDB Inggris terlihat stabil pada -0,1% dan 2,9% pada basis kuartalan dan tahunan.
Pasangan GBP/JPY menunjukkan pullback singkat setelah turun mendekati 148,00 di sesi Tokyo. Pullback yang kurang percaya diri telah mendorong pasangan mata uang silang ini ke dekat 152,00, namun, sisi negatif tetap disukai karena intervensi Bank of Japan (BoJ) ke dalam pasar mata uang telah memperkuat Yen Jepang terhadap Pound.
Keputusan intervensi di pasar mata uang terjadi setelah BoJ melanjutkan sikap dovish pada suku bunga. Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda percaya bahwa ekonomi Jepang membutuhkan rintangan untuk mengimbangi dampak pandemi COVID-19. Bank sentral melakukan intervensi dalam pergerakan FX karena percaya bahwa valuasi Yen saat ini yang diberikan oleh pelaku pasar tidak membenarkan fundamental.
Sementara itu, Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki mengutip bahwa "Pergerakan Yen sepihak dan cepat baru-baru ini tidak diinginkan," seperti yang dikutip Reuters.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno prihatin dengan peringatan nuklir Rusia dan telah memutuskan untuk melarang ekspor barang-barang terkait senjata kimia ke Rusia sebagai sanksi tambahan atas tindakan Moskow di Ukraina,"
Selanjutnya, pidato dari Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda akan menjadi sangat penting. Investor mengharapkan lebih banyak wawasan tentang jalur intervensi di pasar mata uang oleh bank sentral untuk menjaga depresiasi Yen.
Di Inggris, krisis energi yang semakin dalam, tekanan inflasi yang melonjak, dan kenaikan suku bunga tanpa dukungan fundamental ekonomi melemahkan pembeli Pound. Tampaknya optimisme yang dihasilkan oleh Perdana Menteri Inggris yang baru, Liz Truss, mulai memudar.
Selanjutnya, data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris akan tetap menjadi fokus. Data PDB untuk kuartal kedua diperkirakan akan turun 0,1% sejalan dengan pembacaan sebelumnya. Selain itu, data PDB tahunan akan tumbuh pada laju stabil 2,9%.