从 现在 开始我们 是Elev8

我们不仅仅是经纪商,更是一体化的交易生态系统——分析、交易与成长所需的一切尽在其中。准备好让您的交易更上一层楼吗?

Rupiah Menguat Tipis saat Minyak Turun, Pasar Menanti Sinyal The Fed Malam Ini

  • Harga minyak turun di bawah kisaran USD90/barel meredakan tekanan global.
  • Data AS sebelumnya campuran, dolar kehilangan sebagian momentum.
  • Fokus pasar bergeser ke risalah FOMC dan pidato pejabat The Fed.

Arah pasar kali ini tampak lebih banyak dipandu oleh meredanya tekanan energi, yang memberi ruang bagi aset-aset berisiko untuk pulih. Rupiah menguat tipis pada Rabu menjelang sesi Eropa, sejalan dengan pelemahan kuat Dolar AS setelah harga minyak turun ke bawah USD90 per barel menyusul kesepakatan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz selama dua minggu.

Kurs pasangan mata uang USD/IDR bergerak turun ke area 16.980-an, menjauh dari tekanan sebelumnya di atas 17.000, mencerminkan mulai berkurangnya permintaan terhadap aset safe haven.

Sentimen ini diperkuat oleh data AS yang cenderung campuran. Perubahan Ketenagakerjaan ADP rata-rata 4 minggu naik 26 ribu, membaik dari sebelumnya 10 ribu, namun masih menunjukkan pasar tenaga kerja yang belum kuat. Di sisi lain, durable goods orders turun -1,4% (MoM), meski core capital goods masih tumbuh +0,6%, menunjukkan sektor investasi tetap bertahan. Kombinasi ini membuat dolar kehilangan sebagian momentumnya.

Namun, perhatian pasar kini bergeser ke rangkaian agenda penting dari Amerika Serikat yang akan dirilis malam ini. Investor akan mencermati risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dari pertemuan Maret, yang diharapkan memberikan gambaran lebih terperinci terkait pertimbangan kebijakan suku bunga di tengah tekanan inflasi energi.

Selain itu, pasar juga akan memantau pidato dari sejumlah pejabat Federal Reserve, termasuk Mary Daly dan Christopher Waller, yang berpotensi memberikan sinyal tambahan mengenai arah kebijakan moneter ke depan, terutama terkait bagaimana bank sentral menilai dampak konflik Timur Tengah terhadap inflasi dan pertumbuhan.

Dari sisi geopolitik, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut situasi ini sebagai “hari besar untuk perdamaian dunia” turut membangun ekspektasi baru di pasar. Komitmen pembukaan Selat Hormuz serta dimulainya jalur negosiasi antara AS dan Iran membantu menekan premi risiko energi, yang sebelumnya menjadi faktor utama penguatan dolar.

Meski demikian, pasar masih menunjukkan sikap hati-hati. Pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi tambahan dari hasil risalah rapat FOMC dan komunikasi pejabat The Fed sebelum memperbesar eksposur. Hal ini mencerminkan fase transisi, di mana pasar mulai menggeser fokus dari geopolitik ke arah kebijakan moneter.

Ke depan, arah rupiah akan sangat ditentukan oleh kombinasi dua faktor utama: stabilitas harga energi dan nada kebijakan The Fed. Jika risalah FOMC mengindikasikan sikap yang lebih dovish di tengah meredanya tekanan inflasi energi, rupiah berpotensi mempertahankan penguatan secara bertahap. Namun, jika sebaliknya, ruang penguatan bisa kembali terbatas.

Indikator Ekonomi

Risalah Rapat FOMC

FOMC singkatan dari Federal Open Market Committee yang mengatur 8 pertemuan dalam setahun dan ulasan kondisi ekonomi dan keuangan, menentukan sikap yang tepat dalam kebijakan moneter dan menilai risiko terhadap tujuan jangka panjang atas stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. FOMC Minutes yang dirilis oleh Dewan Gubernur Federal Reserve dan panduan yang jelas untuk kebijakan suku bunga AS di masa yang akan datang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Apr 08, 2026 18.00

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: -

Sebelumnya: -

Sumber: Federal Reserve

Risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) biasanya diterbitkan tiga minggu setelah hari keputusan kebijakan. Investor mencari petunjuk mengenai prospek kebijakan dalam publikasi ini di samping pembagian suara. Nada bullish kemungkinan akan memberikan dorongan bagi greenback sementara sikap dovish dipandang sebagai USD-negatif. Perlu dicatat bahwa reaksi pasar terhadap Risalah Rapat FOMC dapat tertunda karena outlet berita tidak memiliki akses ke publikasi sebelum rilis, tidak seperti Pernyataan Kebijakan FOMC.

EUR/USD mendekati 1,1700 saat pasar menyambut gencatan senjata di Iran

Pengumuman gencatan senjata dua minggu di Iran memicu rally relief selama sesi perdagangan Asia hari Rabu yang membuat safe-haven Dolar AS (USD) jatuh terhadap mata uang utama lainnya
了解更多 Previous

EUR/USD: Dolar tergelincir karena gencatan senjata Teluk – Commerzbank

Michael Pfister dari Commerzbank mencatat bahwa gencatan senjata sementara antara AS dan Iran serta dibukanya kembali Selat Hormuz memicu reaksi tajam sesuai buku teks, dengan harga minyak turun dan Dolar AS melemah, mendorong pasangan mata uang EUR/USD kembali menuju 1,17
了解更多 Next