Mulai sekarang kamiialah Elev8

Kami lebih daripada sekadar broker. Kami adalah ekosistem dagangan serba ada—semua yang anda perlukan untuk menganalisis, berdagang, dan berkembang ada di satu tempat. Sedia untuk tingkatkan dagangan anda?

WTI Jatuh di Bawah $62,00 di Tengah Harapan Kesepakatan AS-Iran

  • Harga WTI anjlok mendekati $61,80 di awal sesi Eropa hari Senin. 
  • Trump mengatakan AS bisa mencapai kesepakatan dengan Iran. 
  • OPEC+ meratifikasi rencana untuk menjaga produksi tetap stabil pada bulan Maret.

West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar $61,80 selama awal perdagangan sesi Eropa pada hari Senin. Harga WTI turun sebesar 5,65% akibat meredanya ketegangan AS-Iran. Para pedagang akan memantau dengan cermat perkembangan seputar negosiasi AS-Iran. 

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Amerika Serikat (AS) "semoga" akan mencapai kesepakatan dengan Iran setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan tentang konflik regional jika Washington menyerang. Meredanya ketegangan antara AS dan Iran, produsen minyak mentah terbesar keempat OPEC, dapat melemahkan harga WTI dalam jangka pendek. 

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) sepakat untuk menjaga output minyaknya tidak berubah untuk bulan Maret dalam pertemuan pada hari Minggu. Grup tersebut mengumumkan bahwa pertemuan berikutnya akan berlangsung pada 1 Maret. Pada bulan November, mereka membekukan kenaikan lebih lanjut yang direncanakan untuk Januari hingga Maret 2026 karena konsumsi yang lebih lemah secara musiman.

Para pedagang bersiap untuk rilis laporan stok minyak mentah American Petroleum Institute (API) pada hari Selasa. Penurunan inventaris minyak mentah yang lebih besar dari yang diharapkan menunjukkan permintaan yang lebih kuat dan dapat mendorong harga WTI naik, sementara peningkatan yang lebih besar dari yang diperkirakan menandakan permintaan yang lebih lemah atau pasokan berlebih, yang mungkin menarik harga WTI lebih rendah. 

Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI

Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.

Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.

Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.

OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.

Penjualan Ritel (Thn/Thn) Belanda Desember Merosot ke 3% dari Sebelumnya 3.9%

Penjualan Ritel (Thn/Thn) Belanda Desember Merosot ke 3% dari Sebelumnya 3.9%
Baca lagi Previous

USD/INR Jatuh Saat Pembukaan Setelah Intervensi RBI Menyusul Rilis Anggaran India

Rupee India (INR) menguat terhadap Dolar AS (USD) dalam sesi pembukaan pada hari Senin, setelah pengumuman anggaran fiskal Tahun Anggaran (FY) 2026-27 oleh pemerintah India pada hari Minggu
Baca lagi Next